ASB Bersama TB Mentawai Bentuk Pokja Rencana Kerja Desa Tangguh.


Facebook 400 Google Plus 405 Twitter 34

Mentawai, MC_Pemerintah Mentawai ajak semua elemen masyarakat bekerja sama untuk mengurangi resiko bencana, “Pengurangan resiko bencana tidak cukup hanya Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) yang mengelolanya tetapi semua kalangan terlibat” hal itu disampaikan oleh Bupati Mentawai yang diwakili oleh Asisten 1 Pemerinta Seminar Siritoitet saat membukak acara Workshop dalam rangka pembentukan Pokja Kerja dalam penguatan kapasitas pengurangan risiko bencana dan ketangguhan desa pesisir di Sumatera barat

“keperdulian terhadap bencana tidak cukup hanya pemerintah yang mengolahnya namun membutuhkan keterlibatan semua unsur baik pemerintah, Tim Penanggulangan Bencana (PB), dan Masyarakat” ungkap Seminar

Sementara sekretaris BPBD Sarman Simanungkalit mengatakan, bersama dengan Tim Arbsiter-Samariter-Bunda (ASB) mensingkronisasikan serta merumuskan Pokja kerja atau kegiatan BPBD, kegiatan ini sangat bermanfaat, walpun disisi lain kita dibatasi dengan fasilitas dan tenaga terbatas, ungkapnya.

Dalam peningkatan kapasitas pengurangan risiko bencana dan ketangguhan desa pesisir di Sumatera Barat, ASB bentuk kelompok karja dengan progress capaian per Februari 2018 menentukan wilayah kerja diantaranya, 13 dusun di 3 desa diwilayah Kabupaten Pesisir Selatan, dan 16 dusun di 3 desa diwilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Di 16 dusun di 3 desa wilayah Mentawai yang dimaksud yaitu Desa Tuapejat, Desa Sipora Jaya, dan Desa Goiso Oinan, ke 3 desa tersebut dijadikan desa tangguh dalam program Tim PB dan ASB.

Kegiatan Workshop ASB di selenggarakan rabu (18/07) di Hotel Graha Viona km 7 Tuapejat, dihadiri sekretaris BPBD Sumbar, Hendri Yusman, Kabid Informatika Dinas Kominfo Samuel Haratua Siswono serta 25 peserta perwakilan OPD di lingkungan Kabupaten Kepulauan Mentawai.(SS)

Mengenai Penulis

Author

Admin