Ny. Rosmaida Yudas : Kader Posyandu Ujung Tombak Membangun Pemberdayaan Masyarakat


Facebook 400 Google Plus 405 Twitter 34

SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Mentawai Ny. Rosmaida Yudas Sabaggalet mengatakan bahwa kegiatan Posyandu yang dilaksanakan oleh kader di setiap bulannya di tingkat Desa dan Dusun, tidak hanya sekedar tentang kesehatan, melainkan satu kesatuan dari program pemberdayaan masyarakat.

"Kita dari PKK terus mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa kegiatan Posyandu, tidak hanya tentang kesehatan, tetapi terintegrasi dengan program-program Pemberdayaan masyarakat, mulai dari Pendidikan, Ekonomi, Agama dan Kesehatan, " ungkapnya kepada wartawan, pada Rabu (28/11) di Tuapeijat.

Ia menyebutkan sejauh ini Masyarakat kerap menganggap bahwa Posyandu hanya merupakan pelayanan kesehatan saja terkait kesehatan balita dan ibu hamil, untuk itu pihaknya terus melakukan sosialisasi sistem integrasi Posyandu.

"Ini yang kita coba dorongan, Kader Posyandu agar kader Posyandu merubah pola atau sistem kegiatan Posyandu, sekarang kegiatannya kita coba integrasikan dengan kegiatan lainnya, misalnya usai pemberian Imunisasi Polio dan kegiatan penyuluhan kesehatan lainnya, selanjutnya kita geser pada kegiatan lain misalnya penyuluhan terkait pengelolaan pangan lokal, melakukan kegiatan pendidikan tingkat paud dan lainnya di tempat yang sama, dan narasumbernya kita hadirkan, " paparnya.

Ia menyebutkan kegiatan pelatihan sistem integrasi Posyandu terhadap kader Posyandu tersebut baru dilaksanakan di dua Kecamatan, diantaranya Kecamatan Sipora Utara dan Kecamatan Siberut Barat Daya. Dimana ia menargetkan hingga tahun 2019 mendatang seluruh Posyandu menerapkan sistem Posyandu terintegrasi. Tentu saja kata Rosmaida kegiatan tersebut harus didukung oleh semua unsur.

"Sebelumnya kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Sipora Utara, kemudian dua hari yang lalu kita sudah Gelar sosialisasi di Kecamatan Siberut Barat Daya selama dua hari, Senin-Selasa (26-27/11) melibatkan Seluruh Kader Se-Kecamatan Siberut Barat Daya, lalu Kepala Desa dan Dusun, disamping pelatihan ada juga lomba yel-yel dan Expose Kader, guna memotivasi mereka, " paparnya.

Ia juga sangat mengapresiasi semangat para kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak membangun Pemberdayaan masyarakat di Desa, "Awalnya mereka (para kader - red) tidak ada gaji sama sekali, namun baru satu tahun terakhir menerima insentif dari desa sekitar Rp. 250 Ribuan, dan ini saya pikir bukan gaji, melainkan ganti uang transportasi, namun mereka tetap semangat, karena data tentang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat kita dapatkan dari mereka dan itu menjadi acuan program kita, " pungkasnya. (Rd)

Mengenai Penulis

Author

Admin