Tagana Mentawai Butuh Dukungan


Facebook 400 Google Plus 405 Twitter 34

SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT — Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Kepulauan Mentawai telah berkomitmen siap melakukan giat penanggulangan bencana, namun keberadaan relawan terlatih itu (Tim Tagana-Red) belum diketahui banyak orang, khususnya di Kepulauan Mentawai.

Pasalnya masih banyak atribut serta perlengkapan dalam melakukan aksi penanganan awal ketika terjadi bencana alam, masih jauh dari kata cukup, oleh karena itu, tak banyak yang bisa mereka perbuat.

"Tugas kami sebenarnya melakukan penangan dan pendataan awal pasca bencana, kami dituntut cepat menanggapi bencana, tapi ini kan kepulauan jadi kita disulitkan dengan sarana, seperti mobilisasi, bagaimana kita melakukan aksi cepat itu, " ungkap Bobby Koordinator Tagana Mentawai usai Apel Siaga Bencana baru-baru di Halaman Kantor Bupati Mentawai.

Bobby menyebutkan hingga saat ini personil Tagana telah berjumlah 47 orang dan sudah memiliki Nomor Induk Anggota Tagana (NIAT), berikutnya bertambah lagi 10 orang anggota muda yang belum memiliki NIAT. Anggotanya pun terdiri dari berbagai elemen Masyarakat Mentawai.

 "Untuk mendapatkan NIAT harus mengikuti pelatihan, setelah itu baru bisa mendapatkan NIAT dan sertifikat, karena pekerjaan ini memiliki resiko tinggi, maka kami dilatihan seperti militer, kalau tidak punya skil, maka kita tidak berani terjun lapangan, " tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya selama ini organisasi yang bergerak dalam penanganan bencana alam itu bergantung kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DSP2PA) Mentawai. Kemudian untuk aksinya tim Tagana terkadang bergabung dengan tim Penanggulangan Bencana lainnya.

"Kita juga punya dapur umum untuk penanggulangan bancana dari Dinas Sosial, namun ini perlu pemeliharaan, kemudian kita juga meminta kepada pemerintah setempat untuk memperhatikan tim Tagana, khususnya dalam hal penambahan atribut dan perlengkapan dalam giat dilapangan, " pungkasnya. (Red)

 

Mengenai Penulis

Author

Admin