Puluhan Kegiatan Akan Warnai FPM 2018


Facebook 400 Google Plus 405 Twitter 34

SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT - Puluhan Agenda pada pagelaran Festival Pesona Mentawai 2018 Dipersiapkan.

Rangkaian atraksi seni dan budaya yang dikemas dalam 14 kegiatan utama untuk memeriahkan FPM 2018, meliputi Lomba Panahan, Lomba kreasi manai, Lomba kampung bersih, lomba foto iven, lomba turu' laggai kategori usia anak sekolah, lomba miniatur Uma, lomba selaju sampan, lomba cipta lagu kategori anak, seminar budaya, karnaval pakaian tradisional Mentawai, peragaan busana pakaian adat tradisional Mentawai, pameran, proses memasak khas Mentawai dan atraksi tato Mentawai yang menjadi tawaran paket bagi pelaku usaha.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Disparpora Mentawai Mateus Samalinggai saat disambangi di ruang kerjanya Jumat (7/9/2018).

"Ada banyak sekali kegiatan yang akan kita lakukan. Berbeda dengan tahun lalu, dalam FPM tahun ini lebih banyak nuansa budayanya" katanya.

Lebih lanjut Mateus menuturkan, tujuan kegiatan ini guna memperkenalkan alam, budaya dan masyarakat Bumi Sikerei pada forum internasional, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman generasi muda serta masyarakat terhadap seni dan budaya daerah Mentawai serta mendorong target wisatawan Nusantara mencapai 500 ribu orang dan mancanegara mencapai 5 ribu orang.

Selain itu lanjutnya, FPM yang akan dilaksanakan di Kecamatan Siberut Selatan pada tanggal 1- 4 November mendatang,  juga bertujuan memberdayakan sentra-sentra kesenian dan produk budaya spesifik dengan memberikan ruang gelar terhadap kegiatan seni dan budaya produk khas Mentawai serta terlaksananya misi kesenian bertaraf internasional sebagai upaya mempromosikan warisan leluhur melalui ekspresi tari, musik, permainan rakyat,  ritual dan seni budaya.

Mateus menyebutkan, penyelenggaraan FPM kali ini diharapkan tidak hanya akan berdampak positif dalam mempromosikan Bumi Sikerei sebagai destinasi wisata budaya dan meningkatkan jumlah kunjungan   wisatawan, tapi juga menjadi momen penting membangun ekonomi masyarakat melalui kegiatan ekonomi kreatif.

Ia juga menyebutkan, dalam rangka mensosialisasikan FPM, sejumlah persiapan promosi dan publikasi menjadi perhatian khusus melalui berbagai strategi marketing yang telah disiapkan.

“Mengingat FPM merupakan Ivent terbesar di Mentawai  dan dilaksanakan secara masif, promosi dan publikasi terus dilakukan dan viral, tidak hanya melibatkan rekan-rekan media namun juga masyarakat maupun mahasiswa Mentawai yang berada di luar daerah,” pungkasnya. (N)

Mengenai Penulis

Author

Admin