Post

Pemkab Kepulauan Mentawai Akan Kembangkan Air Terjun Lima Tingkat Simatobat

MC Mentawai- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berencana melakukan pengembangan potensi yang ada tanpa merusak alam. Salah satunya dengan pengembangan Ekowisata Air Terjun Simatobat dengan konsep Ekonomi Pembangunan, Sosial dan Ekologi.

Dari konsep tersebut ekonomi masyarakat meningkat, pembangunan berjalan, dapat meminimalisir konflik ditengah masyarakat dan ekosistem terjaga.
Air terjun Simatobat terletak di Desa Bulasat Kecamatan Pagai Selatan. Air terjun ini terdiri dari lima tingkat, disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) juga terdapat goa-goa yang dialiri air didalamnya. Goa tersebut juga sebagai tempat bersarang burung walet. Selain itu terdapat ikan sidat yang merupakan ikan langka dan udang dalam ukuran besar.

"Jangan hanya kayu, kayu, terus surfing, surfing saja yang ada dalam otak kita untuk mendapatkan hasil dari Mentawai, banyak yang bisa dikembangkan tanpa merusak hutan secara besar-besaran," Kata Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet usai Workshop Pengelolaan dan Perlindungan Kawasan Air Terjun Simatobat/Bungo Rayo Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kamis 12 Oktober 2017, di Axana Hotel Padang.
Untuk pengembangan wisata air terjun tersebut, tuturnya, Pemkab Mentawai sudah membangun jalan sebagai pendukung. Kemudian akan dibangun jalan menuju lokasi air terjun sebagai akses bagi wisatawan, walaupun belum ada kesepakatan dengan hak pengusahaan hutan ( HPH) PT. Munas Pagai Lumber.
"Saya berterima kasih kepada Yayasan Citra Mandiri Mentawai(YCMM) sudah mempopulerkan air terjun ini. Kami akan prioritaskan untuk pengembangannya kedepan," ungkap Yudas.

Kendalanya saat ini, Air terjun tersebut berada dalam areal hak pengusahaan hutan ( HPH) PT. Munas Pagai Lumber dengan status hutan industri. Namun juga ada klaim tanah ulayat suku. Untuk itu pihaknya akan menyurati Dinas Kehutanan Provinsi dan Kementerian Kehutanan agar kawasan tersebut bisa dikelola dengan melibatkan unsur masyarakat.

"Kami akan ajukan perencanaan dan aturan pengembangan termasuk RT/RW-nya," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Hendri Oktavia mendukung pengembangan ekowisata Air Terjun Simatobat. Pihaknya saat ini lagi mendorong pemanfaatan hutan non kayu. Namun untuk pengembangan harus ada penguatan lembaga masyarakat.

Pemkab Mentawai bisa berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebagai perpanjangan tangan provinsi di daerah. Termasuk dalam pemanfaatan hutan untuk kepentingan ekonomi masyarakat.

"Mereka yang menjadi mitra Masyarakat dalam pemanfaatan hutan. Kami tentunya sangat mendukung pengembangan wisata berwawasan lingkungan, ekonomi meningkat lingkungan tidak rusak," ujarnya.

Dalam diskusi tersebut juga hadir dari Balai Pengelolaan DASHL Agam Kuantan. Perwakilan Balai Pengelolaan DASHL Agam Kuantan menyebutkan, terdapat 278 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pagai Selatan ada 90 DAS. Secara keseluruhan DAS didaerah tersebut termasuk DAS dipertahankan.

Namun, bukan tidak boleh dilakukan kegiatan apapun selama tidak menyalahi kaidah DAS dipertahankan termasuk pengembangan ekowisata. (Dio)

About Author

Author

Tommy Walker

reporter is one of the excellent magazine in the world.Newshub magazine reach many readers are very soon by his unique stories in the magazine.