Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet Kembali Resmikan Puskesmas Bernuansa Uma di Siberut


Facebook 400 Google Plus 405 Twitter 34

mentawaikab.co.id,MASEPPAKET - Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, masih membutuhkan tenaga medis yang membantu pelayanan di daerah-daerah, dimana yang paling dibutuhkan yakni tenaga analisis kesehatan, kesehatan lingkungan dan tenaga medis lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, Lahmuddin Siregar mengatakan, kekurangan tenaga medis yang bakal ditempatkan di beberapa puskesmas itu telah dilaporkan kepada Bupati dan telah disepakati oleh Bupati untuk merekrut tenaga medis.

“Kalau untuk mobiler sudah cukuplah, cuma hanya penambahan jumlah saja, misalnya penambahan kasur untuk pasien, untuk tenaga dokter kita juga sudah ada, Cuma untuk tenaga medis lainnya seperti tenaga analis kesehatan itu belum ada, tapi ini sudah kita laporkan ke Bupati, dan sudah disetujui untuk merekrut tenaga tenaga medis ini, “ kata Lahmuddin Siregar kepada media usai menghadiri peresmian puskesmas Sarereiket Jumat (12/4) di Dusun Maseppaket, Desa Madobabag, Kecamatan Siberut Selatan.

Menurutnya untuk rumah dinas saat ini ada satu unit, namun pihaknya masih akan membangun rumah dinas Dokter, sebab masih banyak lahan kosong sekitar puskesmas Sarereiket, dan ditargetkan tahun 2020 bisa direalisasikan.

Ia juga menyampaikan pembangunan puskesmas Sarereiket merupakan arahan Bupati Mentawai meminta pembangunan pelayanan kesehatan di Sarereiket ini di ujung pulau.

Ada tiga puskesmas yang diresmikan tahun ini, pertama puskesmas Simatalu, puskesmas Sarereiket, dan puskesmas Sigapona. Saat ini naru dua puskesmas yang di resmikan, yaitu puskesmas Simalibbeg dan Sarereiket, sedangkan puskesmas Sigapona rencana setelah Pemilihan umum.

Sedangkan puskesmas Simatalu dan Sarereiket bentuk fisiknya bernuansa uma sementara puskesmas Sigapona bentuk bangunan biasa. Pembangunan puskesmas nuansa uma bertujuan mengkombinasikan antara medis dan sikerei.

Untuk puskesmas Sarereiket akan melayani sebanyak 3.500 jiwa dari dua Desa Matotonan dan Madobag.

Ia menyebutkan anggaran pembangunan Puskesmas Sarereiket mencapai Rp.3,1 Miliar, sedangkan tenaga medis ada sekitar 45 orang dari dua Desa, yaitu Desa Madobag dan Desa Matotonan, sementara masih membutuhkan tenaga medis sebanyak 72 orang. Sedangkan jumlah keseluruhan temaga medis di Kepulauan Mentawai ada 1.300.

Lahmuddin menyebutkan pembangunan puskesmas Sarereiket dilakukan sejak 2016 lalu dan saat ini sudah diresmikan.

Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet menyampaikan konsep pembangunan puskesmas yang bernuansa uma merupakan tempat kolaborasi pengobatan antara Sikerei dan Medis, sehingga dua-duanya penting bagi masyarakat Mentawai.

“Ada ilmu di tangan Sikerei, juga ada ilmu kepada Dokter, maka Sikerei dan Medis jangan saling menjatuhkan, harus kerja sama,”ujar Bupati Yudas

Ia menyampaikan, bahwa di Desa Madobag banyak pendatang, baik yang berkunjung dari luar, baik baik guru-guru, perawat atau petugas lainnya.

“Banyak tamu-tamu datang keadobag, layani dengan baik, jangan sampai mereka mencari penginapan, sewahkan rumah, jangan di rusak, jangan disakiti, jangan dipukul, karena mereka aset Negara, sebab banyak pegawai atau pelayan masyarakat mengeluh karena tidak ada tempat,” ungkapnya. (Suntoro)

Mengenai Penulis

Author

Admin