Direktur LTI Bakti Kemenkominfo Resmikan BTS Di Kepulauan Mentawai


Facebook 400 Google Plus 405 Twitter 34

mentawaikab.co.id, MATOBEK – Menteri Kominfo Rudiantara melalui Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Untuk Pemerintah dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementrian Komunikasi dan Informatikan (Kemenkominfo) RI Danny Januar Ismawan meresmikan tower Base Transceiver Station (BTS) di Kepulauan Mentawai, Kamis (11/04) di Desa Matobek, Kecamatan Sipora Selatan.

Kepada wartawan Danny menyebutkan bahwa pihak Kemenkominfo telah membangun sebanyak 25 tower BTS di beberapa Desa Di Kepulauan Mentawai, hal tersebut belum menjadikan Mentawai lepas dari keterisolasian jaringan celuler, untuk itu pihak kominfo berencana akan membangun lagi sebanyak 53 BTS, dimana kata Danny sebelum melakukan pembangunan pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Operator Telkomsel.

” Karena memang untuk membangun BTS ini, tidak serta merta lokasi yang diusulkan itu bisa kita lakukan, tentu harus ada koordinasi dulu dengan pihak Telkomsel, jadi dari 53 yang diusulkan itu kita lihat dulu mana yang lalyak lokasinya kita bangun,” ungkapnya.

Ia menyebutkan tujuan utama dari program Bakti Kominfo sendiri yaitu membuka jaringan telekomunikasi di daerah yang terisolir dari jangkauan jaringan celuler terutama di daerah pelosok  Kepulauan Mentawai yang masih berstatus Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

“Tahun 2020 adalah batas maksimum target kita di kominfo untuk Indonesia Merdeka Internet, tetapi di Kepulauan Mentawai menjadi PR kami Pak Menteri, kalau bisa kita upayakan pembangunan BTS di daerah yang betul-betul terisolasi jaringan celuler bisa rampung pada Tahun 2019 ini, karena lebih cepat lebih baik,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya kalau tidak aral yang melintang pada bulan Agustus 2019 ini, pihaknya akan mulai membangun secara bertahap 50 an BTS yang telah diusulkan tersebut. Dimana pihaknya juga akan berupaya meningkatkan status jaringan dari 2G ke 4G.

Sementara itu, guna mendukung program Pendidikan yakni Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pihaknya juga berupaya memberikan layanan internet satelit Very Small Aperture Terminal (VSAT) salah satunya bekerjasama dengan pihak PT. Iforte. “Sejak tahun 2015 pihak Bakti Kominfo telah membangun 4300 loksi di seluruh Indonesia dan sebagian besar sasarannya adalah sekolah target  kami adalah menyukseskan kegiatan UNBK, disamping itu membantu meningkatkan layanan kesehatan,” paparnya.

“Sekarangkan fiber optic Telkom sudah masujuk juga, nah, jadi bagaimana kita membuat perencanaan yang saling melengkapi, jadi Bakti akan pindah ke daerah-daerah pelosok yang belum terjangkaul jaringan internet,” Tambah Danny.

Sementara itu Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet mengucapkan terimakasi kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian khusus untuk masyarakat Kelupulauan Mentawai, Ia menyebutkan bahwa saat ini untuk wilayah Kabupaten, 75 persen masyarakat sudah dapat menikmati jaringan internet, sementara di daerah pelosok sebagian besar belum menikmati jaringan internet.

“ Kalau di daerah pelosok seperti pedusunan itu belum tersentuh jaringan internet, namun sebagian Puskesmas Pembantu (Pustu) sudah ada layanan internet menggunakan jaringan Wifi, tetapi di Poskesdes dan Polindes itu belum terpenuhi jaringan internetnya, tetapi perlu kita ketahui juga bahwa di Puskesmas 75 persen sudah memiliki jaringan Wifi,” Kata Yudas.

Pada kesempatan itu untuk menguji jaringan internet yang ada di Poskesdes Matobek Bupati Mentawai melakukan video konferesi dengan Menteri Kominfo RI Rudiantara yang saat itu berda di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) yang didampingi langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, dalam video itu Menkominfo menyapa mayarakat Mentawai yang hadir pada acara tersebut, dan melakukan komunikasi dengan baik tanpa ada kendala.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kominfo Mentawai beserta jajarannya dan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Mentawai, Direktur PT.iForte, Camat Sipora Utara dan Selatan, Kepala Desa, Dusun dab ratusan masyarakat Setempat, Petugas Kesehatan, para guru, Pelajar SD, SMP dan SMA. (red)

Mengenai Penulis

Author

Admin