Tingkatkan Pelayanan, Dinkes Prov Sumbar Jemput Bola


Facebook 400 Google Plus 405 Twitter 34

Sasarainafm.com, Sioban_Tingkatkan pelayanan kepada masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Barat lakukan pengobatan gratis di Sioban, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Pengobatan yang dilakukan Dinkes Provinsi Sumbar tersebut sekaligus berkaitan dengan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 104 di Kepulauan Mentawai.

Kepala Dinkes Provinsi Sumbar, Merry Yuliesday mengatakan bahwa pengobatan yang dilakukan di Sioban merupakan kegiatan pelayanan langsung menemui masyarakat yang berada di daerah jauh dari Puskesmas atau Rumah Sakit, maka dari itu timnya turun langsung bersama dengan 5 Dokter Spesialis, yaitu, 1 Dokter Spesialis mata, dan 4 Dokter Spesialis Dasar.
“Kita melakukan pengobatan kepada masyarakat kita yang jauh dari Rumah Sakit atau tempat-tempat pengobatan, kita kesana. Kita melakukan ini melihat masyarakat kita jauh datang ke Tuapeijat untuk berobat, belum lagi biaya transportasinya, meskipun pengobatannya gratis, tapi biaya kesini mahal,” kata Merry saat ditanya Selasa (26/3/2019).

Ia menyampaikan sebelumnya juga dia sudah melakukan pelayanan ke daerah-daerah pedalaman, seperti di Madobag, Rogdok dan sebagainya, guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, tak haya itu, ia menyebutkan ibu-ibu terbiasa melahirkan sendirian tanpa pertolongan dari pihak medis, bukan hanya Mentawai namun juga daerah lain seperti Pasaman Barat dan Solok Selatan.

“Intinya kita melakukan semua ini untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Merry, anak-anak saat ini sudah sering terkena gangguan mata, sebab anak-anak sering memakai Handphone terlalu dekat dengan resolusi pencahayaan terlalu tajam, sehingga mata anak jadi rusak.

“Anak-anak sekarang ini kan suka mainkan HP, nah dari situ masih kecil matanya uda kena. Terus katarak, itu calon-calon operasi, maka dari itu kita juga memberikan pengetahuan kepada petugas Medis, gini lho ciri-ciri mata katarak, maka bisa dilakukan pencegahan,” ujarnya.

Pengobatan yang dilakukan di Sioban sebanyak 336 pasien, penyakit dalam 55 orang, Obgya 51, Anak 50, Bedah 45 dan Umum 132 termasuk mata. Kemudian di SMPN 1 Sipora dan Puskesmas khusus pemeriksaan mata ada 275 yang diperiksa. (Suntoro)

Mengenai Penulis

Author

Admin