Tahun Depan, Pemkab Mentawai Bakal Bangun Perluasan Landasan Pacu Bandara Rokot

Oleh : Suardi Santo | 23 Jun 2019 | 13:18:52 WIB | Dilihat : 213 Kali
Tahun Depan, Pemkab Mentawai Bakal Bangun Perluasan Landasan Pacu Bandara Rokot

Keterangan Gambar : Landasan Pacu Bandar Udara, Rokot Desa Matobe Sipora Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Mentawaikab.go.id_ TUAPEJAT – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berencana bangun perluasan landasan pacu Bandar Udara Rokot Desa Matobe Sipora Selatan pada 2020.

Ikral Dinata Kepala bidang prasarana dan keselamatan Dinas Perhubungan Mentawai menyebutkan saat ini rencana pembangunan perluasan landasan pacu itu masih mengalami kendala yaitu masalah ganti rugi lahan masyarakat, namun dalam waktu dekat masalah itu akan diselesaikan.

"Minggu depan rencananya kita akan mencairkan dana ganti rugi tahap ke tiga untuk 12 orang," ujar Ikral Dinata di Tuapejat, Kamis (20/06).

Sebelumnya, kata Ikral, pencairan dana kepada penggarap dan pemilik lahan sekitar bandara Rokot pada tahap pertama sudah diserahkan kepada 52 warga dan tahap ke dua 64 warga.

"Total pemilik dan penggarap lahan bandara Rokot ada 158 orang. Namun, 30 orang lagi masih belum membuka rekening untuk pencairan dana ganti rugi lahan,"ungkap Ikral.

Ia menyatakan bahwa pihaknya tetap melakukan pendekatan kepada sekira 19% pemilik dan penggarap lahan bandara Rokot yang masih bersikukuh mempertahankan lahannya.

Meskipun demikian, pihaknya akan tetap melanjutkan pembangunan perluasan landasan pacu dan fasilitas pendukung bandara Rokot yang akan dimulai pada tahun 2020 mendatang.

Ikral berharap agar masyarakat ikhlas dan legowo membebaskan lahannya, karena pembangunan landasan pacu bandara Rokot untuk kepentingan umum disamping itu rencana pembangunan itu sudah sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Selanjutnya ia menyatakan bahwa pembangunan bandara Rokot akan dilakukan secara bertahap dalam tiga tahun pada lahan seluas 43 hektar tersebut.

Adapun kucuran dana yang diperoleh dari APBN diperkirakan senilai Rp, 500 Miliar lebih. Dengan penggantian pesawat dari jenis sushi air menjadi pesawat wing berkapasitas sekira 70 penumpang.

(KS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment