Peringati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia, Pelajar Mentawai Tunjukkan Keharmonisan Buda

Oleh : Suardi Santo | 15 Okt 2019 | 19:43:21 WIB | Dilihat : 436 Kali
Peringati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia, Pelajar Mentawai Tunjukkan Keharmonisan Buda

Keterangan Gambar : Penampilan siswa-siswi SDN 11 Tuapeijat menari dengan topi blangkon khas jawa.


mentawaikab.go.id_TUAPEIJAT- Ada yang menarik  pada Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) sedunia pada 15 oktober  yang digelar di halaman kantor dinas kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai.
 
Menariknya, lomba cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang digelar Dinkes Mentawai ini dihiasi dengan perlombaan yel-yel yang menampilkan keberagaman budaya di Bumi Sikerei dan nusantara.
 
Selain untuk mensosialisasikan budaya hidup sehat dan higienis, momen HCTPS sedunia dimanfaatkan untuk mengajak generasi muda mampu menjaga keharmonisan dalam kebhinekaan.
 
"Kita berharap generasi muda bisa saling menghargai dan terbuka pada  keberagaman, karena kebhinekaan merupakan kekayaan bagi bangsa kita," tutur," Baloni, Kepala Sekolah SDN 11 di halaman Dinkes Mentawai,selasa (15/10).
 
Hal tersebut tampak dari peserta yang mengikuti lomba yel-yel dengan mengkolaborasikan gerakan, busana tradisional beberapa daerah, hingga bahasa yang dipadu padankan.
 
Tim dari SDN 11 ini berhasil menyabet jawara lomba yel-yel CTPS tersebut berkat padu padan kostum olahraga dengan ikat kepala khas Jawa, tarian dan yel-yel dibawakan dengan menggabungkan bahasa Indonesia dan Mentawai.
 
"Indonesia punya beragam budaya  sehingga kita menyisipkan bahasa Mentawai pada yel yel. Dengan demikian pertunjukan tidak monoton," ujar Juanto salah seorang pelatih SDN 11 dari perkumpulan tari kuda kepang desa Bukit Pamewa saat bersamaan.
 
Sementara pada lokasi bersamaan, Lahmuddin Siregar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai mengimbau pelajar dan masyarakat agar bersama-sama menjadi agen kesehatan di lingkungan masing-masing dengan membiasakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) agar  terhindar dari kuman dan penyakit seperti diare dan ISPA.
 
 
"50% gaya hidup CTPS ini berimbas pada kesehatan. Kita juga berharap setiap sekolah dapat menyediakan fasilitas pendukung agar anak bisa mencuci tangan di sekolah. Jika terkendala dana, bisa secara sederhana dengan memanfaatkan yang ada," pungkasnya.
(KS)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment