Lomba Perahu Layar, Upaya Melestarikan Peradaban Suku Mentawai

Oleh : Super Admin Kominfo | 01 Jul 2019 | 08:21:25 WIB | Dilihat : 157 Kali
Lomba Perahu Layar, Upaya Melestarikan Peradaban Suku Mentawai

mentawaikab.go.id_ TUAPEJAT- Abag, perahu tradisional suku Kepulauan Mentawai dengan bentuk yang unik dan khas, juga merupakan salah satu ikon olaharaga pariwisata maritim kebanggaan masyarakat daerah yang dijuluki Bumi Sikerei.

Untuk menyemarakkan Festival Pesona Mentawai (FPM) 2019 di Bumi Sikerei, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga mengadakan lomba perahu layar tradisional khas Mentawai.

Pembukaan lomba perahu layar yang dilakukan Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet di Pantai Jati Desa Tuapeijat Sabtu, (29/6/2019) itu mampu menyedot perhatian dan minat masyarakat maupun wisatawan dari luar Mentawai.

Yudas mengatakan, abag ini juga merupakan icon dan produk wisata bahari yang dimiliki Mentawai.

Sebagai produk wisata tentunya perahu ini menyajikan kepuasan bagi para wisatawan, selain itu Abag juga dapat menjadi alat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya masyarakat nelayan.

"berbicara kepariwisataan, tentunya berkaitan dengan produk wisata, abag juga icon wisata bahari kita" katanya.

Lebih lanjut Yudas menjelaskan, tujuan lomba perahu layar tradisional ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melestarikan peradaban Suku Mentawai.

Tambahnya, sebagai warisan budaya abag ini memiliki nilai-nilai kehidupan yang dikanndungnya, mulai dari proses pembuatannya yang mengacu pada nilai-nilai kebudayaan serta religious. Misalnya bahan utama abag berasal dari kayu pilihan.

Namun menurutnya, di tengah arus globalisasi saat ini masyarakat cenderung mengikuti arus tersebut dengan mengikuti perkembangan teknologi dan zaman yang senantiasa memanfaatkan produk modern serta meninggalkan produk tradisional.

Inilah yang memicu peran serta pemerintah daerah Mentawai dalam mempertahankan nilai-nilai kebudayaan lokal yang dikandung abag kepada masyarakat lokal itu sendiri kemudian berupaya untuk memperkenalkan abag kepada dunia luar sebagai produk wisata lokal.

Lomba yang di sponsori oleh Suzuki Marine itu diikuti belasan peserta baik dari kaum adam dan hawa adu kemampuan berlayar untuk menaklukkan angin dalam lomba perahu layar tahun ini.

Ia berharap dalam kegiatan ini kaum milenial dan masyarakat secara umum dapat mewariskan semangat bahari nenek moyang suku Mentawai, pelaut yang terkenal ulung dan pantang menyerah.

"Saya berharap kaum muda dan masyarakat bisa mewariskan semangat nenek moyang kita yang terkenal tangguh dan pantang menyerah" pungkasnya. (Nbl)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment