LAPAK IKAN KOSONG, DAYA BELI WARGA MENURUN

Oleh : deni mariani Sababalat | 09 Jan 2020 | 17:48:40 WIB | Dilihat : 234 Kali
LAPAK IKAN KOSONG, DAYA BELI WARGA MENURUN

Keterangan Gambar : Kondisi lapak penjual ikan di TPI Tuapeijat


mentawaikab.go.id | TUAPEIJAT- Kondisi lapak ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) desa Tuapeijat Kecamatan Sipora Utara pada Kamis (9/1/2020) masih ada beberapa meja lapak ikan yang tampak kosong.

Meski demikian, Jefri (35) salah satu pedagang ikan di TPI Tuapeijat mengaku pasokan ikan untuk pembeli masih mencukupi kebutuhan konsumen
sejak awal tahun 2020 yang merupakan hasil tangkapan langsung nelayan pribumi.

"Sebagian masih liburan dan kapal dari Padang belum stabil masuknya. Nanti  kalau sudah stabil baru terisi semua meja," ujar Jefri di TPI.

Ia mengakui bahwa selama lima bulan belakangan daya beli masyarakat menurun.

"Harapan kita jual beli ikan lancar dan pasokan tidak membludak karena daya beli masyarakat merosot sehingga pembeli kurang," katanya.

Ia mengeluhkan bahwa terkadang penghasilan dari jual beli ikan di TPI sangat minim dimana pedagang hanya mendapatkan keuntungan Rp,200-300 ribu / hari.

Menurutnya hal tersebut membebani pedagang ikan karena perlu  biaya untuk modal ikan dan es.

Seharusnya, kata Jefri, pedagang bisa mendapatkan sekira Rp 1 juta dalam penjualan ikan.

Selain itu, ia mengatakan bahwa selain di TPI, ada juga pedagang ikan lainnya  yang buka lapak di luar dan jualan ikan online.

Pedagang ikan di TPI juga mencoba bersaing dengan penjaja ikan online dengan mengantarkan langsung ikan ke alamat pembeli.

Diketahui harga ikan di TPI Tuapeijat masih stabil, diantaranya, ambu-ambu Rp 25 ribu/kilogram, ikan karang Rp 30 ribu/kilogram, sisik Rp 35 ribu/kilogram, garapu dan sawai Rp 45 ribu/kilogram, tanduk Rp 35 ribu/kilogram, ikan asin  biasa Rp 70 ribu/kilogram dan ikan asin sawai dan gole-gole Rp 100/kilogram. (KS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment