Kondisi Geografis Menjadi Kendala Dalam Melakukan Pemulihan Kepada Korban Kekerasan Seksual

Oleh : Kominfo Mentawai | 16 Nov 2020 | 09:05:38 WIB | Dilihat : 228 Kali

Berita Terkait

Berita Populer

Kondisi Geografis Menjadi Kendala Dalam Melakukan Pemulihan Kepada Korban Kekerasan Seksual

Keterangan Gambar : Ilustrasi


mentawaikab.go.id_TUAPEIJAT-  Kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi salah satu kendala petugas dalam melakukan pemulihan kepada korban kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak khususnya.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Nicholaus Sorot Ogok, Rabu, (11/11/2020) saat ditemui di ruang kerjanya.

"Salah satu yang menjadi kendala kita dalam melakukan pemulihan kepada korban yaitu kondisi geografis kita, karena kebanyakan korban itu bagian pedalaman dan pelosok. Kita disini sudah ada rumah aman, nah rumah aman itu sebagai tempat pemulihan kita," katanya.

Ia menjelaskan bahwa jika ada korban kekerasan maka pihaknya akan meminta kepada keluarga apakah korban depresi, stres, trauma atau pihak keluarga mau dilakukan pemulihan kepada korban dan dibawa ke rumah aman.

"Kita lihat dulu apakah korban ini depresi, kemudian kita tanya pihak keluarga apakah mereka mengizinkan korban dilakukan pemulihan atau dibawa ke Tuapeijat di tempat aman kita," ungkapnya.

Pihak terkait juga tidak bisa membawa anak dibawa umur jika tidak ada izin orang tua atau tidak didampingi oleh orang tua dibawa ke rumah aman, salah satu tindakan yang dilakukan yaitu memberikan himbauan dan kepada orang tua agar selalu menjaga anak-anak dimanapun.

"Kita juga memberikan pesan dan himbauan kepada orang tua agar tetap menjaga anak-anak terutama anak yang masih dibawa 17 tahun, ini sangat rentan terhadap kekerasa seksual, kita juga tidak bisa mengatakan kelalaian orang tua atau tidak, karena memang anak-anak ditinggal di rumah karena orang tuanya pergi keladang mencari nafkah," kata Nicholaus.

Ia menghimbau kepada orang tua agar tidak meninggalkan anak sendirian di rumah, atau menitip kepada orang (kakek, paman, sauadar laki-laki), sebab menurutnya kejadian-kejadian sepeti ini sering dialami dan pelaku adalah orang terdekat atau saudara.

"Kita menghimbau kepada orang tua tetap menjaga anak-anak, setelah mereka pulang sekolah sebaiknya dibawa saja ke ladang, jngan dititip, apalagi sendirian, karena kita takutkan anak-anak pada umumnya sering trauma dan depresi," ungkapnya. (Str)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment