Kemendes RI Nilai Pengelolaan Dana Desa Di Mentawai Belum Maksimal

Oleh : Suardi Santo | 20 Jul 2019 | 22:11:34 WIB | Dilihat : 203 Kali
Kemendes RI Nilai Pengelolaan Dana Desa Di Mentawai Belum Maksimal

Keterangan Gambar : Dirjen PDT DPEL Kemendes RI Agus Dwi Lesmono pada acara bursa inivasi desa di Mentawai


mentawaikab.go.id_ TUAPEIJAT
Pemanfaatan anggaran desa di Kepulauan Mentawai dinilai masih belum maksimal.

Hal itu dikatakan Dirjen Pembangunan Daerah  Tertinggal Direktorat Pengembangan Ekonomi Lokal Kementrian Desa Agus Dwi Lesmono pada acara program inovasi desa  Bursa Inovasi Desa di aula desa Sipora Jaya, Jumat (19/7)

Agus mengatakan pengelolaan dan pemanfaatan dana desa bisa dikatakan maksimal apabila dana desa itu benar-benar bisa  meningkatkan perekonomian masyarakat, dengan adanya target pemasaran dan biaya distribusi yang sesuai.

"Memproduksi sesuatu perlu melihat peluang pangsa pasar. Hal ini perlu dikembangkan agar dana desa, SDM, dan inovasi yang tersebar bisa maksimal," ujar Agus

Menurut dia, konsep meningkatkan kesejahteraan masyarakat yaitu melalui inovasi bisnis dengan manajemen yang lebih baik yang dimulai dari  pemasaran disertai  keahlian dan  keterampilan.

Agus berharap agar Mentawai dapat mencontoh daerah lain yang berkembang dengan bekerjasama dengan orang atau perusahaan off taker yang sudah terkenal, terpercaya, mumpuni, dan tidak diragukan lagi sepak terjangnya.

Sementara itu Staf ahli Bidang kemasyarakatan dan SDM Sekretariat daerah Mentawai, Zulfikar menyatakan bahwa tantangan yang dihadapi desa di Mentawai saat ini yakni SDM dari perangkat desa untuk berinovasi dan berkreatifitas.

Ia berharap dengan program Bursa Inovasi Desa ini, desa bisa mencari solusi bagaimana bisa berkembang, melakukan perencanaan, menyelenggarakan pemerintahan yang baik, bersih, dan memberdayakan masyarakat.

"Tidak ada salahnya belajar atau mencontoh desa lain yang sudah berkembang dan maju dengan ATM yaitu  amati, tiru, dan modifikasi," ujar Zulfikar.

Kegiatan  Bursa Inovasi desa yang digelar  untuk ketiga kalinya ini  dilaksanakan dan dibagi menjadi dua klaster. Klaster Satu diikuti  lima kecamatan, yaitu kecamatan Sipora utara, Sipora Selatan, Pagai utara, Pagai selatan, dan Sikakap) dengan total 23 desa.

Dalam kegiatan tersebut desa-desa saling berbagi inovasi pada tiga katalog yaitu katalog bidang infrastruktur, SDM, dan kewirausahaan.
(KS)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment