Kemendes RI Ajak Pemkab Mentawai Kelola Pisang dan Dirikan Industri Garam

Oleh : Suardi Santo | 20 Jul 2019 | 22:12:49 WIB | Dilihat : 276 Kali
Kemendes RI Ajak Pemkab Mentawai Kelola Pisang dan Dirikan Industri Garam

Keterangan Gambar : Agus Dwi Lesmono, berfoto bersama


mentawaikab.go.id_ TUAPEIJAT
Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengajak Pemkab Mentawai mengelola potensi pemasaran pisang lokal dan mendirikan  industri garam.

Agus Dwi Lesmono, Dirjend Pembangunan Daerah Tertinggal Direktorat Pengembangan Ekonomi Lokal Kemendes PDTT menyebutkan Mentawai memiliki potensi besar dalam pengelolaan pemasaran pisang lokal dan industri garam.

"Potensi pemasaran pisang sangat besar di kecamatan pagai utara dan pagai selatan dan ini bisa menjadi  skala prioritas begitu juga dengan adanya industri garam, karena memang ada potensinya disini," ujar Agus pada acara program inovasi desa  Bursa Inovasi Desa di aula desa Sipora Jaya, Jumat (19/7)

Mengingat potensinya yang cukup besar Agus menyebutkan pihaknya bersedia membantu untuk melakukan survey lokasi pengembangan kawasan pisang di dua kecamatan itu.

" Tim Kemendes PDTT bersama Pemda Mentawai bisa nanti lakukan survey disana, potensi pisang ini cukup besar, namun sayang selama  ini pisang di Mentawai hanya dibeli oleh para tengkulak dengan harga yang rendah, " ujar Agus

Menurut Agus  pengolahan kawasan tanaman pisang kedepan akan dilakukan melalui kerjasama dengan perusahaan swasta off taker yang tidak sekedar mengambil untung tetapi manfaat sosialnya juga dapat dirasakan masyarakat di sana dengan dilakukan pendampingan.

"Selama ini perusahaan swasta hanya datang, melihat hasil bumi, kemudian tawar menawar lalu pergi. Sehingga ekonomi masyarakat tidak tumbuh di sana," imbuhnya.

Selain itu Agus juga menyinggung potensi industri garam di Kepulauan Mentawai sebagai daerah maritim yang dikelilingi lautan.

"Kenapa tidak produksi garam di sini. Dengan penggunaan teknologi, kualitas bisa dijaga. Pembelinya sudah ada, daripada kita impor terus dan mempermasalahkan kualitasnya.Tinggal bagaiman kita menjalin kerjasama dan bagi hasil," pungkasnya  (KS)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment