Kemarau Panjang di Mentawai, Masyarakat Bingung Cari Air

Oleh : Suardi Santo | 12 Sep 2019 | 20:25:30 WIB | Dilihat : 360 Kali
Kemarau Panjang di Mentawai, Masyarakat Bingung Cari Air

Keterangan Gambar : Foto Ilustrasi musim kemarau panjang


mentawaikab.go.id_TUAPEIJAT- Kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai membuat masyarakat setempat bingung cari air bersih baik untuk mandi maupun mencuci.

Seperti yang kita tahu, air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia, seperti yang dialami salah seorang warga Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, Raita (31) mengatakan bahwa air di rumahnya saat ini sudah kosong sama sekali, bahkan dua sumur miliknya sudah tak berair.

"Habis sehabis-habisnya pak, dua sumur kami sudah kosong sama sekali, padahal sumur kami itu kedalaman tiga dan empat meter," katanya Kamis, (12/9).

Ia menyebutkan, kemarau yang terjadi di Mentawai, khususnya Tuapeijat sudah satu bulan lebih, terkadang ia dan keluarga mencari air ke tempat keluarga lainnya atau ke sungai-sungai yang ada, "pernah ke Goisok oinan cari air pak, dekat pantai itu kan ada pancuran, tapi sudah mulai berkurang juga, kami juga sempat bawah jerigen penampung air utk mencuci," ungkapnya.

Sementara mengenai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Raita mengatakan sudah beberapa tahun tidak pernah merasakan air PDAM, menurutnya PDAM saat ini sudah tidak berjalan dan hanya mengalir di beberapa rumah.

"Sudah lama PDAM ini tidak jalan, kalau di rumah saya dulu memang jalan tapi sekarang tidak lagi, itupun sudah lama, tambah lagi sedang kemarau tambah tidak jalan airnya," ujarnya.

Ia berharap ada tindakan Pemerintah setempat untuk menanggulangi kekurangan air, ia menyebutkan air selalu butuh apalagi punya anak. "Kita berharap ada tindakan dari pemerintah untuk menangani kekeringan ini pak, sudah lama sekali, hujan tidak turun-turun. Kalau dari BPBD yang dibagikan itu memang ada tapi tidak maksimal juga dan tidak setiap hari, kalau air ini kan kita butuh nya setiap saat, bukan setiap hari lagi," lanjutnya.

Sementara air yang dijual dengan mobil tank menurutnya terlalu mahal dan juga, jika setiap hari dibeli maka akan mengeluarkan banyak uang, sedangkan sekali isi sumur mencapai Rp.150 sampai Rp.200 ribu. (Suntoro)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment