HUT Ke 20 Tahun Momentum Membangun Mentawai Berlandaskan Budaya.

Oleh : Suardi Santo | 07 Okt 2019 | 11:49:02 WIB | Dilihat : 217 Kali
HUT Ke 20 Tahun Momentum Membangun Mentawai Berlandaskan Budaya.

Keterangan Gambar : Tari Tradisional Mentawai yang disajikan para "Sikerei" pada HUT ke.20 Kab.Kep.Mentawai


mentawaikab.go.id_ TUPEIJAT - Tepat pada tanggal 4 Oktober 2019, Genap sudah 20 Tahun usia Kepulauan Mentawai menjadi sebuah Daerah Otonomi, di usianya yang beranjak dewasa ini pemerintah bersama dengan seluruh elemen Masyarakat harusnya melangkah lebih cepat mengejar ketertinggalan dari Kabupaten/Kota lain di Sumatera Barat, dimana peringatan hari bersejarah ini dijadikan sebagai momentum membangun Mentawai berlandaskan budaya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet, kepada wartawan sesaat sebelum acara sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mentawai dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Kepulauan Mentawai yang ke 20 Tahun dimulai, Jumat (04/10) di halaman Kantor Bupati Mentawai.

" Hut Ke 20 ini kita mengangkat tema yaitu "Harmoni Budaya Mentawai Unggul" tema ini memiliki makna yang sangat dalam, dimana kita berharap pembangunan di kabupaten kepulauan mentawai harus berlandaskan nilai-nilai budaya mentawai,  disamping itu tetap harmonis dengan budaya luar yang masuk ke Mentawai, selanjutnya akan menjadikan mentawai unggul, perlu kita ketahui budaya itu berdasarkan teori ada Cipta, Karya dan ada Rasa, nah bagaimana mengkreasikan masyarakat mentawai itu dalam konteks budaya itu yang harus difasilitasi, " paparnya

Menurutnya mentawai unggul bukan hanya karena pemerintah melainkan atas dukungan dan kerjasama seluruh lapisan masyarakat itu sendiri, tanpa hal itu, mentawai mustahil maju, yang mana selama ini pembangunan di Kepulauan Mentawai dinilai mendapatkan dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah pusat, provinsi dan Masyarakat, meskipun sebenarnya masih berstatus 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan).

"Mentawai Unggul maksudnya bagaimana kita bisa melangkah lebih jau lagi dalam hal pembangunan infrastruktur, kita sudah bangun jalan di empat pulau berpenghuni diantaranya Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Selatan dalam program 'trans mentawai' ini yang masih kita perjuangkan, kemudian infrastruktur kesehatan dan pendidikan, sementara itu kita menyekolahkan lebih kurang 600 orang putra-putri mentawai ke berbagai perguruan tinggi dengan latar pendidikan yang berbeda, hal itu untuk mendukung sektor sumber daya manusia di mentawai," paparnya.

Ia menyebutkan kondisi geografis di Daerah Kepulauan kerap menjadi salah satu kendala dalam pembangunan di Daerah yang dijuluki sebagai Bumi ini, selain harus menempuh perjalanan akses laut dengan ombak yang menantang, biaya pembangunan  mencapai sepuluh kali lipat lebih tinggi dibandingkan biaya pembangunan di daratan Sumatera Barat, namun mentawai tetap optimis untuk terus berupaya semaksimal mungkin berangkat dari 3T.

"Nah dengan kondisi wilayah kita yang sangat luas dan kondisi kepualau yang terpisah-pisah, membuat kita merasa kewalahan, namun kita tetap berjuang untuk Mentawai maju, disamping itu kita berfikir salah satu cara yang paling cepat untuk percepatan pembanguna yaitu pemekaran wilayah kita berharap mentawai menjadi dua Kabupaten dan satu kota madya, meskipun ada persyaratan yang belum cukup, diharapkan mentawai mendapatkan perlakuan khusus sebagai daerah kepulauan, " tuturnya.

Semantara itu wakil ketua sementara DPRD Mentawai Bruno Guimek dalam kesempatan yang sama menyebutkan bahwa usia yang ke 20 Tahun Pemkab Mentawai ini, bukanlah waktu yang singkat, tetapi juga bukan waktu yang lama dalam proses perkembangan pembangunan, namun ia berharap usia yang ke 20 ini mentawai bisa lebih dewasa lagi untuk melangkah ke arah yang lebih baik lagi, selanjut berkaitan dengan tema yang diangkat yaitu "Harmoni Budaya" pihaknya setuju bahwa budaya mentawai tetap dikedepankan.

"20 Tahun bukan waktu yang singkat, tetapi juga bukan waktu yang cukup lama dalam proses pembangunan, kemudian dari sisi budaya dengan Mentawai menjadi Kabupaten kita memiliki peran masing-masing, sekrang ini Anggota DPRD rata-rata orang mentawai dan Kepala Daerah merupakan orang mentawai, jadi kita memiliki peran masing-masing, jadi sinkronisasi sistim budaya soal perkembangan pembangunan mentawai kedepan sepertinya tidaklah sulit, ketika ada harmonisasi budaya dan disesuaikan dengan kebudayaan mentawai ketika ada persoalan tentu kita melalui jalur-jalur itu," pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake menyampaikan hal senada bahwa di usia ke 20 Tahun ini, para pemimpin-pemimpin di Mentawai sudah harus memikirkan bagaimana mentawai kedepan lebih baik lagi dengan melihat persoalan 20 Tahun kebelakang, dimana pembangunan di mentawai diikat dalam bingkai pola budaya.

" Usia 20 tahun ini sudah seharusnya kami para pemimpin yang dipercayai masyarakat untuk merubah nasib mentawai sekian puluh tahun lagi, tentu dengan bercermin pada 20 Tahun kebelakang, tadi sudah disampaikan bahwa yang menjadi salah satu penyebab lambannya pembangunan di mentawai karena wilaya geografis dengan wilayah yang luas di empat pulau besar berpenghuni membuat biaya pembangunan mahal," tukasnya.

Ia menyebutkan salah satunya cara untuk percepatan pembangunan di kepualauan Mentawai yaitu melalui pemekaran wilayah, "Tadi sudah dikatakan bahwa salah satu cara untuk Mentawai maju adalah pemekaran wilayah, untuk itu kita menyiapkan Sumber Daya Manusia, kalau sudah dibentuk tiga Kabupaten, maka akan ada kota madya, kemudian harapan kita ada undang-undang daerah kepulauan dan itu hanya ada di tingkat Provinsi, " imbuhnya.

Ia juga menyebutkan bahwa budaya mentawai perlu diperkuat dalam rangka menjaga warisan budaya mentawai dimana juga bisa harmonis dengan budaya lain, untuk itu pembangunan di mentawai harus berlandaskan budaya.

" Mohon maaf saya mau katakan bahwa pada saat kita membentuk negara ini mentawai yang secara perlahan budayanya yang hancur, sementara budaya-budaya lain diperkuat dan ini sejarah, sekarang kami ingin menghidupkan dan memvangkitkan itu, karena budaya mentawai sangat elegan dan sangat serasi dengan alam," pungkasnya.

Sidang paripurna DPRD Mentawai dalam rangka memperingati  Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Mentawai yang ke 20 itu dipimpin langsung oleh Ketua sementara DPRD Mentawai Nelsen Sakerebau dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Mentawai, Unsur Forkopimda Mentawai, Anggota DPRD Mentawai, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah Mentawai, Oraganisasi Ibu-ibu PKK, GOW, Dharma Wanita, tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Oraganisasi Masyarakat dan tamu undangan lainnya. (Red).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment