Hal Ini Yang Harus Dilakukan Agar Mentawai Lepas Dari Daerah Tertinggal

Oleh : Suardi Santo | 08 Agu 2019 | 17:36:04 WIB | Dilihat : 84 Kali
Hal Ini Yang Harus Dilakukan Agar Mentawai Lepas Dari Daerah Tertinggal

Keterangan Gambar : Trans Mentawai salah satu hasil pembangunan yang sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat


mentawaikab.go.id_ TUAPEIJAT — Kepulauan Mentawai merupakan satu dari 19 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat, keberadaannya di pulau terluar dan terdepan, membuat daerah ini terus berpacu  untuk lepas dari status Daerah tertinggal.

Ditengah upaya mengenjot percepatan pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah setempat, ternyata masih banyak tantangan yang dihadapi.

Salah satu yang paling sulit dalam melaksanakan pembangunan dibidang infrastruktur adalah masalah  geografis salah satunya adalah sulitnya  akses membawa material bangunan, sehingga hal itu menjadi faktor tingginya biaya pembangunan di Kepulauan itu, bahkan mencapai 10 X lipat dari daratan kota padang.

Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake beberapa waktu lalu mengatakan untuk mengentaskan Kabupaten Kepulauan Mentawai dari daerah yang tertinggal harus ada sokongan  anggaran baik dari pusat maupun pemerintah provinsi.

" Kalau kita hanya mengandalkan APBD Mentawai untuk membangun terutama jalan trans Mentawai akan sulit, karena biaya pembangunan di Mentawai jauh lebih besar dibandingkan dengan daerah lainnya di daratan Sumatera Barat," tutur Wabup Mentawai.

Hingga akhir Tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai telah berhasil membangun 234,80 Km dari yang ditargetkan sepanjang 393,20 Km, pembangunan itu dilakukan melalui anggaran Pusat, Provinsi dan Kabupaten, sehingga status jalannya juga menjadi tiga.

"Kita tetap optimis menyelesaikan proyek pembangunan jalan trans Mentawai, tentu secara bertahap kita harapkan juga bantuan anggaran dari pusat dan pemerintah Provinsi untuk menyelesaikan proyek jalan trans Mentawai," Kata Elfi Kadis PUPR Mentawai beberapa waktu lalu.

Listrik trik merupakan salah satu faktor penunjang pertumbuhan ekonomi Masyarakat setempat, dimana dengan adanya listrik akan tumbuh berbagai industri rumah tangga dan lain sebagainya. Sementara itu Rasio Desa (RD) Berlistrik di Kabupaten Kepulauan Mentawai hingga akhir Tahun 2018 mencapai 60,47  Persen, dimana dari 341 Dusun dan 43 Desa yang ada di 10 Kecamatan yang tersebar di Kepulauan Mentawai, baru teraliri 26 Desa berlistrik PLN. Sementara 17 Desa lagi berlistrik Non PLN.

Hal itu dikatakan Manager PT. PLN (Persero) Rayon Tuapeijat Hendra Suhendri kepada Haluan beberapa waktu lalu, "Pihak PLN melalui program "Ekspedisi Mentawai Terang" bertekad untuk meningkatkan RD berlistrik di Mentawai menjadi 100 Persen. Dimana Tahun 2019 ini, pihak PLN menargetkan 8 Desa bisa terlistriki, dimana dua diantaranya sudah terlistriki yakni Desa Bosua dan Beriulou  pada akhir februari 2019 diresmikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar," paparnya.

Tahun 2019 ini katanya akan bertambah 8 Desa lagi yang akan dilistriki PLN dengan rincian 3 Desa melalui Grid Jaringan Listrik Desa (Lisa), 2 Desa melalui Isolated Relokasi Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) dan 3 Desa melalui Pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm) Siberut. Sementara itu 9 Desa lagi ditargetkan tuntas pada Tahun 2020.

Sementara itu Rasio Elektrifikasi (RE) sampai dengan akhir tahun 2018 di Kepulauan Mentawai dari sebanyak 21.557 rumah penduduk yang ada, baru sebanyak 12.179 teraliri listrik diantaranya 9. 535 berlistrik PLN dan dan 2.644 berlistrik Non PLN, dimana RE total mencapai 56,50 Persen.

Disamping itu sarana dan prasarana kesehatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai saat ini sudah bisa dikatakan memadai, sebab dari 10 Kecamatan yang tersebar di Kepulauan Mentawai sudah ada 15 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan sejumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) serta Poskesdes dan Polindes di ratusan Dusun yang ada di Kepulauan Mentawai.

"Kalau saran kesehatan saya kira sudah cukuplah ya, hanya saja yang perlu diperhatikan ada jambanisasi Masyarakat dan jalan akses menuju pelayanan kesehatan, hal ini masih menjadi kendala kita, kalau jalan sudah ada Masyarakat sudah pasti akan terbantu," Kata Kadis Kesehatan Mentawai Lahmudin Siregar baru-baru ini di ruang kerjanya.

Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekertariat Daerah Mentawai Dominikus Saleleubaja mengatakan sedikitnya terdapat 239 putra - putri Mentawai mendapatkan beasiswa pendidikan ke perguruan tinggi diantaranya 169 orang kuliah di Surabaya, 18 orang di Medan, 10 orang jurusan kedokteran di Universitas Andalas (Unand) Padang.

Selanjutnya 2 orang di Universitas Baiturrahma Padang, 3 orang mengambil program S2 di Institut Pertanian Bogor (IPB), 3 orang lagi S1 di IPB, 1 orang di UNP mengambil program studi kedokteran, 18 orang di Politeknik Semarang dan 15 orang di Universitas Magelang.

"Sebetulnya program beasiswa pendidikan ini sudah dimulai sejak tahun 2013 dan sampai sekarang masih berlanjut, tugas kita sekarang sedang melakukan pendataan alumni mahasiswa yang pernah diberikan beasiswa," paparnya

Ia menyebutkan pemerintah setempat harus mengeluarkan sedikitnya Rp 6 Miliar per satu Tahun Anggaran untuk menyekolahkan 239 putra-putri Mentawai yang diberikan beasiswa tersebut.

Disamping itu untuk melahirkan putra putri Mentawai yang memiliki keterampilan atau keahlian, Pemkab Mentawai juga bekerja sama dengan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mendirikan Akademi Komunitas Mentawai (AKOM) dengan program studi budidaya perikanan dan program studi teknologi pangan.

Sedangkan disektor Parawisata, Mentawai memiliki potensi alam yang sangat menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian Masyarakat Mentawai, namun potensi itu agaknya masih banyak dikelolah oleh pengusaha luar daerah Mentawai, kendati demikian dengan adanya para pelaku usaha yang berinvestasi di Mentawai satu-satu warga Mentawai juga mendapatkan pekerjaan di perusahaan akomodasi perhotelan swasta tersebut.

Masih banyak potensi yang belum digarap dengan maksimal diantaranya sektor perikanan, dimana kekayaan laut Mentawai yang melimpah masih banyak dimanfaatkan oleh orang luar daerah Mentawai, kemudian disektor pertanian dan peternakan, Mentawai memiliki wilayah yang cukup luas, namun sayangnya masih banyak lahan-lahan tersebut tidak dikelola dengan maksimal. (red)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment