Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak, Dinkes Mentawai Lakukan Penimbangan Massal

Oleh : deni mariani Sababalat | 12 Feb 2020 | 15:01:44 WIB | Dilihat : 127 Kali
Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak, Dinkes Mentawai Lakukan Penimbangan Massal

Keterangan Gambar : Kepala dinas kesehatan Mentawai Lahmuddin Siregar


mentawaikab.go.id | TUAPEIJAT- Demi meningkatkan pelayanan kepada Bayi Lima Tahun (Balita), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Mentawai lakukan penimbangan massal guna mendeteksi dini tumbuh kembang anak.

“Jadi ini kan bulan penimbangan massal, sebenarnya bulan pemberian vitamin A kepada balita, tapi itu dilakukan dengan pemantauannya juga, penimbangan massal, jadi pada bulan ini menjadi bulan penimbangan massal atau serentak pada balita,” kata Kepala Dinkes Mentawai, Lahmuddin Siregar, pada, Selasa, (11/2/2020), saat ditemui di ruang kerjanya.

Selanjutnya kata Lahmuddin, balita akan ditimbang, diberikan vitamin A, kemudian dicek tumbuh kembang anak, dengan demikian akan terlihat yang mana bayi yang tumbuh sesuai dengan usianya. “Jadi disitu akan terlihat mana bayi yang sehat, mana bayi yangsakit, mana bayi yang stunting, mana bayi yang mengalami gizi buruk, itu akan terlihat,” ungkapnya.

Dengan dilakukannya kegiatan ini maka akan terdeteksi dini tumbuh kembang anak dan juga mengintervensi kesehatan anak dengan bekerja sama oleh unsur terkait, baik itu Camat, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kader, Tenaga Kesehatan, termasuk ibu-ibu serta orang tua agar membawa anaknya ke Posyandu terutama pada waktu yang sudah ditetapkan yaitu setiap bulan dan setiap tanggal 10.

“Walaupun dikatakan bulan ini adalah bulan penimbangan massal, bukan berarti hanya bulan ini saja dibawa bayinya ke posyandu, intinya setiap bulan sesuai dengan tujuh pesan Sikerei, “ingatkan keluarga untuk menimbang balita di posyandu setiap bulan”, itu sebenarnya,” kata Lahmuddin.

Menurutnya, tumbuh kembang anak sangat perlu dideteksi, sebab ada tumbuh dan kembang, kata Lahmuddin tumbuh menyangkut pada fisik anak, sementara kembang menyangkut pada pola pikir atau perkembangan otak anak. “Makin banyak masyarakat pergi ke posyandu, makin terdeteksilah anak kita ini dengan kondisi kesehatnnya, kalau cepat ketahuan ada sakitnya maka cepat pula kita obati,” ungkapnya.

Untuk di Sipora Utara ada sekitar 947 balita yang menjadi sasaran oleh pihak Dinkes senidri, sementara untuk secara keseluruhannya di Kepulauan Mentawai target Pemerintah Provinsi untuk di Mentawai sekitar 11.899 orang balita (Str)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment