Dekatkan Layanan Kepada Masyarakat, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Mentawai Gelar Pustaka Keliling

Oleh : Super Admin Kominfo | 25 Apr 2022 | 15:32:43 WIB | Dilihat : 377 Kali

Berita Terkait

Berita Populer

Dekatkan Layanan Kepada Masyarakat, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Mentawai Gelar Pustaka Keliling

Keterangan Gambar : Siswa-siswi SD di Sipora tampak antusias mendatangi mobil layanan baca Pusling


Mentawaikab.go.id I Tuapejat - Demi meningkatkan literasi, menambah wawasan, dan mendekatkan layanan kepada masyarakat, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Mentawai gencar menggelar kegiatan perpustakaan keliling.

"Selain ada pelayanan langsung di perpustakaan daerah, kita juga ada pustaka keliling. Karena secara geografis dan akses, anak-anak sekolah kesulitan datang langsung ke pustaka daerah,"tutur Zulfikar, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Mentawai beberapa waktu lalu di ruang kerjanya.

Layanan pustaka keliling dilakukan di sekolah-sekolah SMA/SMK, SMP, dan SD di wilayah Sipora Utara hingga Sipora Selatan, serta di titik-titik masyarakat banyak berkumpul, seperti panti asuhan, dan tempat wisata, imbuhnya.

Bahan bacaan yang dibawa disesuaikan dengan tingkat segmen pembaca pustaka diantaranya, buku cerita, ilmu pengetahuan praktis, cerita fiksi, novel, terkait perikanan, ilmu praktis pertanian, dan lain sebagainya.

"Pustaka keliling di sekolah digelar pada hari kerja Senin hingga Jumat dan tergantung ketersediaan anggaran. Rata-rata seminggu tiga kali dan biasanya dilakukan di dua lokasi. Kemudian, pada Sabtu/Minggu sore di titik kumpul yang banyak masyarakatnya,"ujar Zulfikar.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan keberadaan bantuan dua unit pustaka keliling dari pemerintah pusat dan satu unit Betor.

Terkait animo masyarakat untuk membaca, khususnya anak-anak cukup antusias.

Sementara, jika ingin meminjam buku, masyarakat bisa datang dan meminjam buku di pustaka daerah sesuai persyaratan yang ada dan harus memiliki kartu anggota.

"Terkait pustaka di daerah, sebenarnya ada Perbup kewenangan desa, bahwa salah satu desa bisa mendirikan perpustakaan desa melalui anggaran desa dengan membuat Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Kemudian, untuk setiap kantor atau dinas juga bisa menyediakan pojok baca yang berhubungan dengan tupoksi masing-masing OPD,"tukasnya. (KS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment