BUPATI MENTAWAI LANTIK 151 ASN DI LINGKUNGAN PEMDA MENTAWAI

Oleh : deni mariani Sababalat | 07 Feb 2020 | 10:20:48 WIB | Dilihat : 913 Kali
BUPATI MENTAWAI LANTIK 151 ASN DI LINGKUNGAN PEMDA MENTAWAI

Keterangan Gambar : Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet saat melantik 151 pejabat di Jajaran Pemkab.Mentawai


mentawaikab.go.id | TUAPEIJAT- Bupati  Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet lantik sebanyak 151 Eselon  Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Mentawai.

Adapun jumlah ASN yang dilantik yaitu, Eselon IIIa 16 orang, Eselon IV b 8 orang, Eselon IVa 104, dan 23 orang Eselon IIIb.

"Pelantikan ini untuk mengisi kekosongan pada pelantikan Eselon II yang lalu, karena rata-rata yang kemarin itu ada yang naik jadi sekretaris dan sebagainya, maka itu yang diisi, "  kata Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet, Kamis, (5/2/2020).

Selain itu kata Yudas pergeseran ASN di lingkungan Pemda Mentawai juga sebagai penguatan organisasi di pemerintahan, penguatan organisasi yang dimaksud yaitu sosial, ia mengaku pemerintah terlalu sibuk dengan pembangunan fisik saja sementara pembanguna SDM manusianya belum.

"Kita mau dinas sosial ini ke depan agak kuat, karena sosial itu luas", kata Yudas.

Tak sampai disitu, ia juga menyampaikan tentang lingkungan hidup dan pariwisata, dimana lingkungan hidup mesti mendukung pariwisata, terutama soal sampah dan kebersihan.

"Kita bicara Pariwisata itu bukan karena destinasi, tidak, ini yang belum terjawab, ini perlu diperkuat. Kita bicara pariwisata, tapi tidak bergerak", katanya.

Ia menjelaskan bahwa sampah masih menjadi persoalan di Mentawai, seperti yang terjadi di Sikakap banyak sampah yang terapung, dan pihaknya sudah memberi instruksikan  ke dinas pariwisata untuk melakukan tindakan yang mengganggu pemandangan serta wisatawan di wilayah Sikakap.

 "Sampah di Sikakap terapung-apung, gimana kita bisa bicara tentang pariwisata, " katanya.

Kemudian persoalan fesa dimana indikator desa kurang jelas, sebab penguatan desa itu sendiri tidak jalan,

 "saya minta desa ini dibuatkan standarnya, tahun ini berapa desa yang naik kelasnya, harus punya target," ungkapnya.

Selain itu beberapa desa yang pernah dikunjungi belum bergerak dalam melakukan pembangunan, untuk itu ia meminta kepada inspektorat untuk melakukan pengawasan, terutama pada pembangunan yang diberikan kepada masyarakat. (Str)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment