BRIN Lakukan Riset Penamaan Wilayah Administrasi di Wilayah Kecamatan Sipora Utara

Oleh : Super Admin Kominfo | 30 Okt 2022 | 21:03:08 WIB | Dilihat : 229 Kali
BRIN Lakukan Riset Penamaan Wilayah Administrasi di Wilayah Kecamatan Sipora Utara

Keterangan Gambar : (foto:humas)


Mentawaikab.go.id  I  Tuapeijat - Badan Riset Inovasi Nasional ( BRIN) melakukan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penerusan Toponimi Administrasi di aula Sekretariat Daerah Mentawai, beberapa waktu lalu.

Toponimi adalah bidang keilmuan dalam linguistik yang membahas tentang asal usul penamaan nama tempat, wilayah, atau suatu bagian lain dari permukaan bumi, termasuk yang bersifat alam yang buatan. Toponimi berkaitan dengan bidang etnologi dan kebudayaan.

Dalam kegiatan tersebut, Pj. Bupati Kepulauan Mentawai Martinus Dahlan menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukan adalah terkait makna dan asal usul nama suatu tempat atau wilayah yg ada di Mentawai terkhusus di Sipora Utara.

"Penamaan desa dan dusun harus kita dudukkan secara bersama. Kita berharap hasil penelitian bisa diterbitkan dalam bentuk buku sehingga mendapatkan informasi terkait penamaan ini. Di samping itu pendokumentasian penamaan yang lain seperti kebudayaan Mentawai juga harus dilakukan", kata Martinus Dahlan.

Sementara itu, Ketua kegiatan penelitian, Rita Novita, mengatakan bahwa berdasarkan hasil riset awal ditemukan bahwa umumnya penamaan desa dan dusun menggunakan bahasa Mentawai. Hanya tiga desa yang tidak menggunakan bahasa Mentawai, yaitu Desa Sipora Jaya, Sido Makmur, dan Desa Bukit Pamewa.

"Memang umumnya penamaan suatu Desa atau Dusun memang menggunakan bahasa Mentawai namun ada beberapa Desa tidak menggunakan nama dalam bahasa Mentawai," terangnya.

Penamaan Desa dan Dusun di Sipora Utara memiliki asal usul yang patut didokumentasikan, penamaan tersebut dapat dikelompokkan ke dalam beberapa makna kategori, antara lain harapan masyarakat , binatang, tanaman dan etnis. Akan tetapi ada beberapa penamaan yang belum sesuai dengan makna dan asal usul disampaikan oleh masyarakat setempat, misalnya Dusun Mapaddegat awalnya dusun tersebut bernama Bele’Paddegat, tegasnya. (Str)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment