Berminat Lukisan Khas Mentawai. Datanglah di Galery Seni Lukis Wid Art di Tuapeijat

Oleh : Suardi Santo | 09 Okt 2019 | 20:10:54 WIB | Dilihat : 230 Kali
Berminat Lukisan Khas Mentawai. Datanglah di Galery Seni Lukis Wid Art di Tuapeijat

Keterangan Gambar : Galery Lukisan Wid Art di Tuapeijat KM. 5 Sipora Utara - Mentawai


mentawaikab.go.id_ TUAPEIJAT  - Jika berkunjung ke desa Tuapejat kecamatan Sipora utara Kabupaten Kepulauan Mentawai, anda bisa mendapatkan souvenir lukisan dalam beragam bentuk pada galeri lukisan Wid Art,  milik Widayanti Hidayat yang berada di jalan raya Km.5 Tuapejat.
 
Galery  Wid Art.  menyediakan variasi lukisan khas Mentawai seperti Sikerei, alam,abstrak, syair, maupun gambar wajah atau orderan objek lainnya dari pengunjung.
 
Karya seni Wid Art tidak hanya tertuang di atas kertas kanvas, tapi juga pada beragam bentuk seperti vas bunga dengan lukisan alam, jam dinding, tempat pena, dan lainnya.
 
Untuk membuat lukisan ia menggunakan kertas kanvas, kotak atau kertas karton, cat air, cat minyak, crayon minyak, dan lainnya.
 
Wid mengaku pembuatan lukisan, syair, hingga bingkai dilakukan sendiri olehnya.
 
Hampir satu tahun berada di Tuapejat, Wid mengatakan bahwa Kebanyakan pembeli selain dari kalangan anak sekolah, juga berasal dari wisatawan luar seperti dari Batam, Jakarta, Malang, Pekan baru, bahkan turis asing.
 
Biasanya, wisatawan domestik memesan lukisan dengan gambar wajah atau objek tertentu, sementara turis asing lebih suka yang berukuran mini.
 
"Penjualan di Tuapejat minim. Lukisan yang paling disukai pelanggan itu lukisan alam," ujar Wid, rabu (9/10).
Harga lukisan itu sendiri berkisar dari Rp 5 ribu hingga Rp 1 juta.
 
"Ukuran lukisan yang besar belum tentu mahal, kadang yang kecil bisa lebih mahal. Tergantung objek dan banyaknya cat yang digunakan,"tuturnya.
 
Ia menuturkan bahwa kendala dalam melukis di Tuapejat yakni ketersediaan bahan seperti cat akrilik dan kanvas.
Di Padang kanvas ada, tetapi tidak semua warna cat tersedia,katanya. 
 
Sehinggga ia mesti mengorder bahan tersebut dari Kota Malang tempatnya dulu membuka galeri.
 
Ia berharap usahanya tetap dapat  berlanjut dan berniat menyalurkan bakatnya secara gratis bagi generasi Mentawai yang ingin belajar melukis.
 
" Saya tidak selamanya di Tuapejat, nanti akan pindah lagi. Kalau ada putra/putri Mentawai yang ingin belajar melukis tinggal bawa buku gambar dan kertas,"pungkasnya.
(KS)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment