Akibat Covid-19 Penghasilan Tukang Ojek di Sipora Utara Mentawai Lumpuh Total. Driver Harapkan Bantu

Oleh : suardi santo | 27 Mar 2020 | 14:28:35 WIB | Dilihat : 197 Kali
Akibat Covid-19 Penghasilan Tukang Ojek di Sipora Utara Mentawai Lumpuh Total. Driver Harapkan Bantu

Keterangan Gambar : Salah satu Pangkalan Ojek di Dermaga Tuapeijat yang terlihat sepi


mentawaikab.go.id_TUAPEIJAT- Dampak penyebaran virus Corona (Covid-19) tidak dapat dipungkiri mematahkan perekonomian masyarakat. Salah satunya bagi para driver ojek.
 
Ismail (25), salah seorang driver ojek di Sipora Utara Mentawai mengaku bahwa sejak dikeluarkannya imbauan Pemerintah mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, dampaknya sangat terasa dan  membuat para driver terpukul.
 
"Penghasilan kami sebagai tukang ojek lumpuh total sejak kurang lebih dua minggu belakangan ini," ungkap Ismail di Tuapeijat, Kamis (26/3/2020).
 
Sementara itu, Wastra (35) driver ojek lainnya mengimbuhkan bahwa biasanya dalam sehari, setidaknya mendapatkan sekira Rp,100.000, namun saat ini turun drastis.
 
"Saat ini kadang dalam sehari tidak dapat sama sekali akibat virus Corona ini. Biasanya juga ada yang nelpon minta diantar, sekarang bahkan tidak ada sama sekali," ujar Wastra.
 
Ia mengimbuhkan bahwa jika ingin mengadu nasib menggeluti pekerjaan lainnya, saat ini job sedang sepi, proyek bangunan juga tidak ada, dan terpaksa luntang-lantung.
 
Meskipun belum tentu mendapatkan penumpang di tengah pandemi Covid-19 ini, namun mereka tetap berharap adanya pelanggan.
 
"Kami sebagai tulang punggung keluarga tidak bisa di rumah terus. Profesi kami tidak sama dengan yang kerja di kantor," kata Ismail.
 
Mereka berharap kepada Pemerintah Mentawai agar memberikan solusi bagi rakyat kelas bawah seperti driver ojek yang tidak ada penghasilan sama sekali saat ini seperti bantuan beras, karena mereka tidak terdaftar sebagai penerima bantuan pangan.
 
Mirisnya, meski berisiko, driver tersebut sangat minim alat pelindung diri (APD) agar tidak terkontaminasi dari calon penumpangnya atau sesama.
 
"Bagaimana lagi, sudah profesi kami begini. APD atau masker tidak ada, kita berharap diberikan bantuan oleh Pemerintah atau unsur terkait," imbuhnya.
 
Fendri Candra (27) driver ojek pada tempat yang sama juga berharap hal serupa. Ia berharap pihaknya diayomi, diperhatikan, dan mendapatkan bantuan untuk menyambung hidup di tengah ketidakpastian penghasilan dan perekonomian keluarga.(KS



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment