A Perfect Foundation, Organisasi Sosial Peduli Laut Mentawai

Oleh : Suardi Santo | 28 Jun 2019 | 14:01:27 WIB | Dilihat : 586 Kali
A Perfect Foundation, Organisasi Sosial Peduli Laut Mentawai

Mentawaikab.go.id_ TUAPEJAT- A Perfect Foundation, merupakan organisasi perubahan sosial, dengan tujuan mendidik dan memberdayakan komunitas lokal di kawasan global terpencil untuk membuat perbedaan yang berkelanjutan.

Adalah pasangan suami istri (Pasutri) Tom (40) dan istrinya Karen Ball, mereka adalah pasutri asal Inggris yang terketuk hatinya berbuat sesuatu untuk Mentawai yang dikenal sebagai daerah kepulauan yang memiliki keindahan laut luar biasa, bahkan ombak lautnya diyakini terbaik kedua di dunia setelah Hawai.

Karen menuturkan, A Perfect Foundation sebenarnya merupakan yayasan peduli lingkungan yang berbasis di Australia. Yayasan ini bisa berdiri di Mentawai kata Karen berawal dari inisiatif dari sekelompok peselancar, dimana dia bersama suaminya juga tergabung dalam kelompok peselancar itu ingin memberikan kembali kepada komunitas pulau yang memungkinkan orang lain menikmati sumber daya alam, maka berdirilah A Perfect Foundation.

Organisasi ini juga mendirikan pusat pendidikan dan konservasi pertama di kepulauan Mentawai pada tahun 2015 dengan mengambil lokasi sebagai operasinya di dusun Mapaddegat, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara.

Salah satu kegiatan organisasi ini adalah berperan dalam mengurangi limbah plastik atau sampah di perairan laut di sekitar pantai Mapadegat, kegiatan bersih- bersih sampah laut itu dilakukan dengan melibatkan warga setempat termasuk para anak-anak.

Cerita Karen dan Tom sebagai orang asing yang peduli terhadap laut Mentawai itu juga dibenarkan Rani.

Rani yang saat ini juga tercatat sebagai aktifis lingkungan yang bergabung dengan A Perfect Foundation dan sekaligus sebagai penterjemah dari Karen itu menyebutkan awalnya Karen dan suaminya tinggal di Bali, namun karena Bali sudah terlalu ramai pengunjung akhirnya mereka mencari tempat lain, kebetulan mereka mendengar daerah Kepulauan Mentawai yang mana ombaknya luar biasa indahnya, maka mereka akhirnya datang ke Mentawai, dan ternyata mereka suka akan keindahan alam Mentawai, bahkan kata mereka Mentawai ternyata lebih bagus dari pada daerah Bali.

“ Ya sudah hampir lima tahun tinggal di Mentawai, awalnya dia sama suaminya datang hanya bermain surfing, ombak Mentawai luar biasa tapi mungkin jadi suka, bahkan mereka juga disini membuka les bahasa Inggris”, kata Rani saat berbincang dengan sasarainafm.com di arena Festival Pesona Mentawai (FPM) Kamis (27/6)

Selama membuka les bahasa Inggris, ternyata pasutri bule ini juga tertarik dan terketuk hatinya untuk membersihkan sampah di sekitar perairan laut di dusun Mapadegat yang dia gunakan sebagai lokasi berselancar.

Kata Rani kepedulian Karen Bell dan suaminya terhadap sampah itu bukan hanya sebatas pada sampah sampah di laut atau sampah yang berserakan di pantai saja, tapi mereka juga memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan terhadap lingkungan dari sampah.

Bahkan sekali waktu mereka mendatangi kantor kantor di jajaran Pemkab Mentawai dalam edukasi dan pemahaman tentang peduli sampah ini.

“Terkadang kantor-kantor juga ada yang belum peduli dengan sampah, bahkan di sekitar kantor masih ditemukan sampah berserakan, padahal itu tempat bekerja”, kata Rani.

Pada pelaksanaan FPM 2019 ini, kata Rani A Perfect Foundation juga membuka stand dengan mengusung tema " Laut Bukan Tempat Sampah"

Rani menuturkan, pada stand A Perfect Foundation itu akan dipajang berbagai bahan dari sampah yang diolah kembali menjadi bahan-bahan yang berguna sekaligus juga nanti akan memberikan edukasi kepada para pengunjung akan pentingnya menjaga kebersihan dari sampah terutama kebersihan di laut Mentawai.

" Laut itu bukan tempat sampah, maka kepedulian terhadap lingkungan dan sampah sangat penting, jika sampah dibuang ke laut, maka tentu ikan akan tercemari dan tidak sehat, padahal kita mengkonsumsi ikan itu, " ujar Rani

Di akhir ceritanya, Rani masih mengeluhkan terhadap sikap masyarakat Mentawai yang belum terlihat peduli dengan lingkungannya.

Hal itu kata Rani masih bisa dilihat pada setiap kegiatan warga yang dilakukan di tepi laut atau sungai masih saja membuang sampah seenaknya bahkan masih banyak yang membuang sampah ke laut, padahal kalau dikumpulkan sampah-sampah yang terutama sampah dari bahan plastik itu dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang-barang yang berguna.

" Rata-rata sampah yang kami kumpulkan itu plastik ya botol botol dari plastik sampah ini kami kumpulkan dan kami olah lagi menjadi bahan yang berguna seperti kita bikin tong sampah, lukisan dari tutup botol dan lain-lain,' pungkas Rani. (Suntoro)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 3 Komentar untuk Berita Ini

  1. Lala Sulala 27 Agu 2019, 17:48:59 WIB

    Jaya terus Papua!!

    Lala Lala 27 Agu 2019, 18:09:59 WIB

    Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan YME

View all comments

Write a comment