7 Nelayan Asal Sibolga Diamankan Polres Mentawai

Oleh : Kominfo Mentawai | 09 Feb 2021 | 08:40:37 WIB | Dilihat : 427 Kali

Berita Terkait

Berita Populer

7 Nelayan Asal Sibolga Diamankan Polres Mentawai

Keterangan Gambar : Polres Mentawai mengamankan kapal nelayan yang digunakan menangkap ikan secara ilegal


mentawaikab.go.id_TUAPEIJAT - Akibat bom ikan di wilayah hukum Kepulauan Mentawai, 7 orang nelayan asal Sibolga, Provinsi Sumatera Utara diamankan pihak Kepolisian Resort (Polres) Mentawai.

Penangkapan ikan secara ilegal ini diketahui pihak Polres saat melakukan patroli rutin di perainran pulau Rua Mata sekitaran Desa Beriulou, Kecamatan Sipora Selatan, Kepulauan Mentawai.

"Kita menangkap pelaku pada saat patroli rutin Satuan Polair, Polres Mentawai di perairan Pulau Rua Mata, Desa Beriulou, Kecamatan Sipora Selatan pada  Kamis, (4/2) lalu, sekira pukul 12.30 WIB, pelaku sedang menjalankan aksi pengeboman ikan,” kata Kapolres Mentawai Mu’at, pada Sabtu, (6/2/2021), di Makopolres. 

Pelaku tiba di Mentawai dengan menggunakan kapal Tundo dengan mengitari wilayah Mentawai untuk mencari ikan, dimana pelaku bom ikan satu botol ukuran limun bisa menghasilkan ikan kurang lebih 10 ton.

“Satu botol sebesar limun saja, ini bisa mendapatkan sekitar 10 ton ikan, ini cukup banyak,” ujar Mu’at.

Lebih lanjut dijelaskan AKBP Mu’at, aksi penangkapan dengan menggunakan bom, sangat merusak ekosistem biota dasar laut di Kepulauan Mentawai.

"Kita mengamankan tujuh pelaku pengeboman ikan, ini diduga menjalankan aksinya dengan menggunakan bahan kimia, seperti putasium yang dirakit menjadi bahan peledak, nah ini sangat merusak biota bawah laut, karang-karang akan rusak, sehingga tidak ada lagi tempat ikan mencari makan,” katanya.

Ia menegaskan guna menghindari kejadian yang sama, pihak Polres Mentawai lebih memperketat pengawasan wilayah hukum Kepulauan Mentawai dengan melakukan patroli lebih rutin.

"Untuk mengantisipasi hal yang sama, kita berharap kepada rekan-rekan Polair untuk memperketat pengamanan seputar laut Kepulauan Mentawai terutama dibagian pantai Barat, sebab lokasi tersebut menjadi incaran pelaku pengeboman ikan", ungkap Mu’at.

Akibat tindakan tersebut, pelaku dijerat pasal 84 ayat (2) undang-undang nomor 31 tahun 2004 Jo Undang-Undang  No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dengan pidana penjara paling lama 10 Tahun, dengan denda uang paling banyak Rp. 1,2 Miliar. (Str)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Ikuti Kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana

PAGE MEDIA

Komentar Terakhir

  • Ponsel CAT S60

    terpaksa berada di ...

    View Article
  • Angga

    Tolong pemerintah kab. Mentawai menjelaskan bagaimana prosedur jika kita ingin kekuar masuk ...

    View Article
  • Bela

    Rombongan tiba pada tempat kerja lokasi proyek Bendungan Jatigede dalam pukul 10.00 WIB dan ...

    View Article