KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI

MUSARA KASIMAERU

HOME DAERAH Pertanian

  • 30-January-2017
  •  
  • 14:47:26
  •  

PETANI MANFAATKAN DAUN PISANG SEBAGAI POLYBAG

Mentawai (Sasaraina) - Kehidupan Masyarakat Mentawai tak pernah terpisah dengan alam, dimana mereka selalu memanfaatkan segala sesuatu yang disediakan oleh alam yang subur dan hijau ini. Disitu, masyarakat bisa mengolah alam dengan cara bertani atau berkebun guna menyambung hidup mereka.

Hal ini dijelaskan Niko (50), salah satu Petani asal Desa Madobag Dusun Rogdok, saat di temui tim Sasaraina libur kemarin, Ia menjelaskan, bahwa sudah beberapa kali membuka lahan pertanian di daerahnya, banyak jenis tumbuhan yang ditanam di kebunnya, seperti durian, langsat, rambutan, dan juga tanaman palawija, cabe, tomat, jagung serta sayur-sayuran.

Niko mengatakan, untuk menanam cabe dan tomat, sebelumnya biji-bijinya yang sudah kering disemaikan terlebih dahulu di polybag yang dibuatnya dari daun pisang. Cara membuatnya sangat sederhana, daun pisang yang masih basah dipisah dengan tulangnya, lalu dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan, lalu di buat seperti gulungan, untuk pengikatnya agar tidak lepas, digunakan lidi. Selain praktis juga mudah di temukan di lingkungan  sekitar rumah.

"Saya sudah sering menggunakan daun pisang sebagai pengganti polybag plastik, disini kita bisa masukkan biji cabe, tomat dan lain - lain gunanya supaya biji tersebut tumbuh sebelum ditanam langsung di tanah, jadi biji tidak dimakan hama atau ulat, membuatnya pun sangat sederhana." Terang Niko.

Selain tidak memakan biaya, polybag sederhana dari daun pisang ini bisa langsung di tanam, dan tidak perlu di lepas dari bibit yang sudah tumbuh. Karena tidak memperngaruhi tanaman, apabila tanaman yang sudah besar daun pisang langsung membusuk dan bisa menjadi pupuk organik.

Niko menanam cabe, timun tomat, jagung dan kacang – kacangan, ia hanya memanfaatkan halaman rumahnya di perkampungan baru yang dibuka tempat rumah sosial di kawasan Rogdok. Namun dia tidak sendirian, dibantu istri dan anak laki-lakinya.

Dia juga mengatakan hasil taninya belum dijual di luar kampung, namun orang-orang setempat pernah membeli cabe dan jagung miliknya, selain itu mereka juga mencari bibit cabe di rumahnya.

Rata–rata penduduk Desa Madobag hampir  petani semua, tidak banyak pedagang disana, mereka juga punya kelompok tani masing-masing, seperti kelompok Tani Sejahtera dan masih banyak kelompok tani lainnya. (Str)

 

 


Tag :Mentawai  

lihat : 256